Senin, 08 November 2021

Evaluasi Virtual Private Server

 

A.     Evaluasi Virtual Private Server



    Virtual private server (VPS), sebagai metode unik dalam membagi sumber daya (resource) sebuah server menjadi beberapa server virtual. Dalam sebuah Virtual private server (VPS),  resource server yang alokasikan meliputi CPU Core, CPU Usage, RAM, dan storage (ruang penyimpanan). Spesifikasi tesebut VPS dapaat diketahui dari segi hardk disk, memory, jenis prosesor, maupun pilihan sistem operasi yang digunakan seperti Windows, Linux, Oracle Solaris, Macintos, dan lain-lain. Di samping ini terdapat kelebihan VPS lebih fleksibel dan hanya membayar resource yang dibutuhkan (jika kebutuhan meningkat, dapat diupgrade tahap demi tahap). Adapun kelemahan dari VPS sedikit lambat jika  dijalankan di PC/laptop. Sebab, kecepatan internet user dalam mengakses VPS tersebut, sedangkan VPS sudah berkerja dengan baik pada kecepatan tinggi dalam melakukan proses ke internet.

1.      Klasifikasi VSP (Virtuaal Private Server)

     VPS terhubung dengan internet dengan kecepatan tinggi selama 24 jam agar setiap user maupun mengaksesnya secara mudah. VPS dapat diakses melaluikomputer pribadi menggunakan software RDC (Rremote desktop connection). Virtuaal privaate server (VPS), diklasifikasikaan sebagai berikut.

a.      Hyper V (Microsoft Hyper-V)

     Hyper V identik dengan jenis virtualisai VPS yang sesuai dengan windows OS. Namun, biaya VPS jenis ini lebih mahal dibandingkan dengan yang lain dan belum termasuk membayar  lisensi Windows OS-nya

b.      OpenVZ

      OpenVZ identik dengan sejenis VPS menggunakan sistem operasi yang berkerja pada sharred karnel yanng digunakan oeh website-website golongan menengah kebawah, tetapi jarang digunakan oleh website yang sudaah sangat terkenal. Penggunaan resource OpenVZ cenderung lebih rendaah dari VPS-VPS lainya, sehigga penyedia layanan hosting menjualnya lebih mahal.

c.       KVM (Kernnaal Based Virttual Machine)

      Salah satu keunggulan paling mencolok VPS menggunakan dibandingkan dengan OpenVZ adalah bisa langsung berinteraksi dengan hardware, sedangkan OpenVZ harus menggunkan sistem operasi untuk dapat terhubung atau berkomunikasi. Oleh sebab itu, apabila memerlukan visualisi server penuh, maka KVM menjadi pilihan VPS yang patut dicoba.

d.      HVM (Hardware Virttual Machine)

      Pada dasarnya, virtuaalsasi HVM (Hardware Virtual Machine) berada ditingkat krenal dan membesarkan uuseer untuk menggunakaan hardware seccara penuh. Fitur-fitur keunggulan yang disediakan oleh HVM juga membuat website-website besar menyukai VPS katgorini.

 

2.      Karateristik VPS (Virtual Private Server)

       Seiap VPS memiliki IP address, port number, tables, filtering dan routing rules sendiri sert berkerja seperti sebuah server yang terpisah memiliki processor, user, files dan menyediakan full root access. Disamping itu, user dapat mengendalikan VPS dengan Remote Access Dekstop (pengendali jarak jauh) menggunakan aplikasi seperti terminaal untuk llinux OS dan Putty bagi yang menggunakan windows OS. VPS sendirri dilengkapi dengan pengaturan untuk init script, ussers, pemrosesan, filesysstem,, dan lain-lain.

a.      Prinsip-Prinsip dasar VPS

Beberaapa prinsip-prrinssip ddasar VPS diantaranya ssbagai berikut.

1). Setiap VPS dapat memiliki system libraries atau mennggubah menjadi salah satu system librares yang laain

2). VPS berkerja sepeerti sebuah server yang tterpisah.

3). Setiap VPS memiiki IP addresss, port number, tables, filtering, dan routing, dan rroutting rules sendiri.

4). VPS dapat melakukan konfigurasi file untuk sistem untuk dan aplikasi software.

5). Setiapvvps dapat mmelaakukan delee, add, modify file apa saja, tteermasuk file yang ada didalamm root, dan menginstal  root aplication software.

6). VPS memiliki processer, users, files dann menyedeiakann full root acces.

Senin, 01 November 2021

Cara Membuat Kabel LAN (Straight & Crossover) yang mudah dipahami.

 Alat-Alat 


Ø  Tank Crimping
Ø  Kabel UTP
Ø  Konektor RJ-45
Ø  Cable Tester



Tank Crimping

Tank crimping adalah alat untuk memotong kabel UTP dan untuk menjepit ujung konektor.



Kabel UTP

Kabel UTP adalah kabel jaringan yang terbuat dari bahan penghantar.


Urutan Kabel STRAIGHT


Ujung 1

   1. Putih Orange
   2. Orange
   3. Putih Hijau
   4. Biru
   5. Putih Biru
   6. Hijau
   7. Putih Coklat
   8. Coklat



Ujung 2

   1. Putih Orange
   2. Orange
   3. Putih Hijau
   4. Biru
   5. Putih Biru
   6. Hijau
   7. Putih Coklat
   8. Coklat

Urutan Kabel CROSS


Ujung 1

   1. Putih Orange
   2. Orange
   3. Putih Hijau
   4. Biru
   5. Putih Biru
   6. Hijau
   7. Putih Coklat
   8. Coklat

Ujung 2

   1. Putih Hijau
   2. Hijau
   3. Putih Orange
   4. Biru
   5. Putih Biru
   6. Orange
   7. Putih Coklat
   8. Coklat


Konektor RJ45

     Konektor adalah peripheral yang kita pasang pada ujung kabel UTP tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN.



Tester

     Tester adalah alat untuk menguji hasil krimpingan kita, kalau krimpingan kita salah maka lampu di Cable Tester ini tidak akan menyala dan kalau hasil krimpingan kita sudah benar maka lampu di Cable Tester akan menyala.





Praktek membuat kabel Straight

·         Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
·         Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B
·         Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
·         Masukan kabel  yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
·         Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada  konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
·         Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
·         Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
·         Contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).

Senin, 25 Oktober 2021

Defiinisi Bandwidth

 


A.   Definisi Bandwidth

      Bandwidth adalah suatu ukuran dari banyaknya informasi yang dapat mengalir dari suatu tempaat ke tempat lain dalam suatu waktu tertentu. Saat ini, bandwidth paling banyaak digunakan sebagai ukuran kecepatan aliran data. Bandwidth dapatt digunakan untuk mengukur, baik aliran data analog maupuan aliran data digital. Naman, sekarang ini istilah bandwdth  lebih banyak digunakan untuk mengukur aliran data digital. Satuan yang dipakai untuk bindwidth adalah bps (bits per second)  

       Bandwidth adalah konsep pengukuran yang sangat pennting dalam jaringan, tetapi konsep ini memiliki kekurangan atau, batasan, yaitu tidak peduli bagaimana cara anda mengirimkan informasi maupun media aapa yang dipakai dalam penghantaran informai. Batasan terhadap perlakuan atau cara pengiriman data misalnya adalah dengan mengirim secara pararel (synchronous) atau serial (asynchronous), perilaku terhadap media yang spesifik sseperti media yang tidak boleh ditekuk ( serat optik ), pengiriman dan peneriman harus tterhadap langsung (line of sight), kompresi data yang terkirim, dan lain-lain. Sedangkan batasan teknologi aatau mediaa transmisi data, antara lain batasan terhadap panjang media yang dipakai, kecepatann maksimal yang dapat dipakai, maupun perlakuan khusus terhadap media yang dipakai, kecepatan maksimal  yang dapat dipakai, maupun perlakuan  khusus terhadap media yang dipakai. Berikut adalah contoh tabel batasan panjang medium dan kecepatan maksimum aliran data.

 

Media

Panjang Maksimal

Kecepatan Maksimum

Kabel Coaxial 50 Ohm (Ethernet 10Base2, ThinNet)

200 m

10-100 Mbps

Kabel Coaxial 75 Ohm (Ethernet 10 Base5, ThickNet)

500 m

10-100 Mbps

UTP  Kategori 5 (Ethernet 10BaseT, 100Base-TX)

100 m

10 Mbps

UTP Kategori 5 (Ethernet 100Base-TX, Fast Ethernet)

100 m

100 Mbps

Multimode (62,5\125um) Serat Optik 100Base-FX

2 km

100 Mbps

Singlemode (10um core) Serat Optik 1000Base-LX

3 km

1000 Mbps

Wireless

100 m

2 Mbps

Infrared (IrDA)

1 m

4 Mbps

 

        Besarnya bandwidth akan berdampak paada kecepatan transmisi. Data berukuran besar akan menempuh saluran dengaan banwidth yaang besar. Kecepataan tranmisi tersebut sangat dibutuhkan untuk aplikasi komputer yang memerlukan jarringan terutama aplikasi real-time , seperti video conferencing. Ppenggunaan bandwidth untuk LAN bergantung pada tipe alat atau medium yang digunakan, umumnya semakin tinggi banwidth oleh sebuah alat atau medium, semakin tinggi pula nilai jualnya. Sedangkan penggunaan banwidth unttuk WAN bergantung dari kapasitas yang dittawarkan oleh pihak ISP, karena perusahaan (organisasi) harus membeli bandwidth dari ISP. Semakin tinggi bandwidth yang diinginkan, semakin tinggi pula harganya.  

Evaluasi Virtual Private Server

  A.      Evaluasi Virtual Private Server     Virtual private server (VPS), sebagai metode unik dalam membagi sumber daya ( resource) seb...