Makalaah
Produktif
Nama
guru : Taufik Nurwidyanto S.pd
IP
ADDRES
By:
Fitria
Yulandari
SMK
ISLAM NUR EL ARAFAH
Jl.
Villa Makmur 1 No. 50 Mangun JayaKec. Tambun Selatan Kab. Bekasi
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah penyusun mengucapkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya,
sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “IP Addressing”.
Penyusunan makalah ini digunakan untuk memenuhi
tugas mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi yang dibimbing oleh Bapak Taufik
Hidayat
Pada kesempatan ini perkenankan kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Taufik
Hidayat selaku Dosen pengampu mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi.
2. Teman–teman kelas XII.TKJ yang
telah memberikan segala dukungan, saran dan bantuannya dalam proses penyusunan
tugas ini.
3. Semua pihak yang telah
membantu penyelesaian tugas ini, sehingga tugas
ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Pepatah mengatakan tidak ada gading yang tak retak.
Oleh karena itu kami sadar dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan
kesalahan, kami mohon maaf dan meminta kepada Bapak dosen, kiranya sudi
memberikan kritik dan saran untuk perbaikan selanjutnya. Sekian dari kami
semoga tugas ini sesuai dengan apa yang diharapkan dan dapat bermanfaat bagi
yang membacanya.
Kata Pengantar.................................................................................................
i
Daftar Isi...........................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................
1
A. Latar Belakang..................................................................................................
1
B. Rumusan Masalah..............................................................................................
1
C. Tujuan.................................................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................
3
2.1 Pengertian
IP Address.................................................................................. 3
2.1.1 IP Version.................................................................................................
3
2.1.2 Aturan Dasar Pemilihan Network ID dan Host ID............................ ..... 4
2.1.3 Subnet Mask...........................................................................................
5
2.1.4 Format Penulisan Ip Addressing..............................................................
5
2.1.5 Jenis-Jenis IP Address.............................................................................
6
2.2 Klasifikasi Jaringan Internet........................................................................
7
2.2.1 Berdasarkan Kelasnya.............................................................................
7
2.2.2 Berdasarkan Pada Ukuran Jaringan.......................................................... 10
2.3 Address
Khusus............................................................................................
11
2.4 Pengertian Subnetting..................................................................................
13
2.4.1 Dua Alasan Utama Melakukan Subnetting...............................................
13
2.4.2 Tujuan dari Subnetting..............................................................................
13
2.4.3 Fungsi Subnetting.....................................................................................
14
2.4.4 Proses Subnetting......................................................................................
14
BAB III
PENUTUP..........................................................................................
15
3.1
Kesimpulan..................................................................................................
15
DAFTAR RUJUKAN...................................................................................... 16
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pengembangan dan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
kini kian pesat menjadikan kebutuhan akan komputer dan perangkat teknologi
lainnya yang berkaitan dengan Teknologi Informasi semakin menjadi kebutuhan
tersendiri. Dan berbicara tentang jaringan komputer saat ini sangatlah
bermanfaat dan mungkin sudah sangat biasa penggunaannya, karena hampir semua
orang sangat membutuhkan jaringan komputer ini terutama bagi mereka yang
menggunakan internet. Komunikasi data dalam suatu jaringan membutuhkan suatu
aturan tertentu sehingga komputer–komputer yang terhubung dapat saling terjadi
proses komunikasi data. Dalam istilah jaringan komputer, aturan tersebut
disebut sebagai protokol.
Untuk dapat
saling berkomunikasi data dalam suatu jaringan dibutuhkan protocol yang dapat
diimplementasikan dalam berbagai jenis Sistem Operasi. Protokol yang dapat diimplementasikan pada berbagai macam Sistem Operasi adalah protokol
IP. Dengan adanya protokol IP komunikasi antara Ms. Windows dan Novel
Netware dapat dilakukan. Oleh karena itu makalah ini akan membahas semua yang
berkaitan dengan IP.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penulisan ini
adalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan IP
addressing?
2. Bagaimana pengklasifikasian
jaringan internet?
3. Apa sajakah yang termasuk dalam
address khusus?
4. Apakah yang dimaksud
dengan subnetting?
C.
Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka
tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui yang dimaksud
dengan IP addressing.
2. Untuk mengetahui
pengklasifikasian jaringan internet.
3. Untuk mengetahui yang termasuk
dalam address khusus.
4. Untuk mengetahui yang dimaksud
dengan subnetting.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian IP Address
IP Address adalah
alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan
protocol TCP/IP. IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat
dituliskan sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti
192.16.10.1. Oleh karena protocol IP adalah protocol yang paling banyak dipakai
untuk meneruskan (routing) informasi didalam jaringan komputer
satu dengan lain, maka kita harus benar-benar memahami IP address ini.
IP address digunakan
sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah
sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang
telah diterima di seluruh dunia. Dengan menentukan IP address berarti
kita telah memberikan identitas yang universal bagi setiap interface komputer. Jika suatu computer memiliki lebih dari satu interface maka kita
harus memberi dua IP address untuk komputer tersebut masing-masing untuk setiap
interfacenya.
2.1.1 IP Version
Saat ini ada dua versi dari ip
yang digunakan, yaitu sebagai berikut:
1. IP
Versi 4 (IPv4)
Internet protocol version 4 atau
IPv4 terdiri dari 32-bit dan bisa menampung lebih dari 4.294.967.296 host di
seluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia
melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6. Pengalamatan IPv4, yaitu
dekomposisi dari alamat IPv4 dari notasi dot-desimal ke nilai biner. Dalam
IPv4 alamat terdiri dari 32 bit yang membatasi ruang alamat ke 4294967296 (232)
alamat unik mungkin. IPv4 mencadangkan beberapa alamat untuk tujuan khusus
seperti jaringan privat (~ 18 juta alamat) atau alamat multicast (~ 270 juta alamat).
Alamat IPv4 yang kanonis diwakili dalam notasi dot-desimal, yang terdiri dari
empat angka desimal, masing-masing mulai dari 0 sampai 255, dipisahkan oleh
titik, misalnya, 172.16.254.1. Setiap bagian mewakili sekelompok 8 bit (oktet)
alamat. Dalam beberapa kasus penulisan teknis, alamat IPv4 dapat disajikan
dalam berbagai heksadesimal, oktal, atau representasi biner.
2. IP
Versi 6 (IPv6)
IPv6
diciptakan untuk menjawab kekhawatiran akan kemampuan IPv4 yang hanya
menggunakan 32 bit untuk menampung IP Address di seluruh dunia, semakin
banyaknya pengguna jaringan internet dari hari ke hari di seluruh dunia IPv4
dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk
itulah IPv6 versi 128 bit diciptakan. Dengan kemampuanya yang jauh lebih besar
dari IPv4 dinilai akan mampu menyediakan IP Address pada seluruh pengguna
jaringan internet di seluruh dunia yang semakin hari semakin banyak.
Pengalamatan IPv4, yaitu dekomposisi dari alamat IPv6 dari representasi
heksadesimal ke nilai biner. Ukuran alamat meningkat 32-128 bit atau 16 oktet.
Secara matematis, ruang alamat baru menyediakan potensi maksimal 2.128, atau
sekitar 3,403 × 1038 alamat.
Tujuan utama
dari desain baru tidak hanya untuk memberikan jumlah yang cukup alamat,
melainkan untuk memungkinkan agregasi efisien subnetwork Routing prefiks
pada node routing. Akibatnya, ukuran tabel routing yang lebih
kecil, dan kemungkinan alokasi individu terkecil adalah subnet untuk 264 host,
yang merupakan kuadrat dari ukuran seluruh internet IPv4. Pada tingkat ini,
tingkat pemanfaatan alamat sebenarnya akan menjadi kecil pada setiap segmen
jaringan IPv6.
2.1.2 Aturan Dasar Pemilihan Network ID dan Host ID
IP Address
terdiri dari 2 bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID
menentukan alamat dari jaringan dan host ID menentukan dari peralatan jaringan.
IP address memberikan alamat lengkap dari suatu peralatan jaringan beserta
alamat jaringan dimana peralatan itu berada. Aturan dasar pemilihan network ID
dan Host ID ada tiga, yaitu :
1. Network ID tidak
boleh sama dengan 127, karena network ID 127 secara default
digunakan sebagai alamat loopback yakni alamat
IP address yang digunakan oleh suatu komputer yang menunjuk dirinya sendiri
2. Network ID dan host
ID tidak boleh sama dengan 255, karena akan diartikan sebagai alamat broadcast.
ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan
3. Network ID dan host ID
tidak boleh sama dengan 0, karena akan diartikan sebagai alamat network.
Alamat network digunakan untuk menunjuk suatu jaringan buka
host. Host ID harus unik dalam suatu network,
dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang
memiliki host ID yang sama.
2.1.3 Subnet Mask
Nilai subnet mask
berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet
mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud
adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan nonlokal berarti TCP/IP
harus mengirimkan paket data melalui sebuah router. Dengan demikian, diperlukan
address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk
jaringan tersebut.
Network ID
dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh
penggunaan subnet mask. Masing–masing subnet mask menggunakan pola
nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua satu (1) yang
menggunakan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID
dari porsi IP address.
2.1.4 Format Penulisan
Ip Addressing
IP address
terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya.
Tiap bit ini disebut sebagai octet. Bentuk IP address dapat
dituliskan sebagai berikut: xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi,
IP address memiliki range dari
00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111.
Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah
untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang
masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan ‘notasi
desimal bertitik’. Setiap bilangan desimal merupakan nilai
dari satu oktet IP address. Contoh hubungan IP address dalam format biner dan
desimal:
|
Desimal |
167 |
205 |
206 |
100 |
|
Biner |
10100111 |
11001101 |
11001110 |
01100100 |
2.1.5 Jenis-Jenis IP Address
1. IP
Public
Ini
adalah Internet Assigned Numbers Authority (IANA) terdaftar
alamat yang terlihat di Internet. Public bit tertinggi range address bit network
address
1. kelas A 0
0 – 127* 8
2. kelas B 10
128 – 191 16
3. kelas C 110
192 – 223 24
4. kelas D 1110
224 – 239 28
2. Privat
Privat
Address adalah kelompok IP Addres yang dapat dipakai tanpa harus melakukan
pendaftaran. IP Address ini hanya dapat digunakan untuk jaringan lokal (LAN) dan tidak dikenal dan diabaikan oleh
Internet. Alamat ini adalah unik bagi jaringan lokalnya tetapi tidak unik bagi
jaringan global. Agar IP Private ini dapat terkoneksi ke internet, diperlukan
peralatan Router dengan fasilitas Network Address Traslation (NAT).
Berikut
adalah alamat yang dicadangkan untuk jaringan private:
Private Address Kelas
A:
IP Address
dari 10.0.0.0 – 10.255.255.254, setara dengan sebuah jaringan dengan 24 bit
host. Atau sekitar 16.777.214 host
Private
Address Kelas B:
172.16.0.0 –
172.31.255.255, setara dengan 16 jaringan yang masing-masing jaringan memiliki
host efektif sebanyak 65.534 host
Private
Address Kelas C:
192.168.0.0 –
192.168.255.254, setara dengan 256 jaringan yang masing-masing jaringan
memiliki host efektif sebanyak 254 host.
2.2 Klasifikasi Jaringan Internet
IP address dipisahkan
menjadi 2 bagian yaitu bagian network (net ID) dan bagian hist
(host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang
lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam
suatu network. Jadi seluruh host yang tersambung dalam jaringan
yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal pada
bagian awal address merupakan network bit/network number,
sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak
tetap, bergantung kepada kelas network.
2.2.1 Berdasarkan Kelasnya
Berdasarkan
kelasnya IP address dibagi ke dalam lima kelas yaitu kelas A, B, C, D, E. perbedaan
tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Perangkat lunak Internet protocol
menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari
IP address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut:
Kelas
A
Bit pertama
address kelas A adalah 0 dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host 24 bit.
Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, jadi byte pertama IP address
kelas A memiliki range dari 0-127, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai
127.xxx.xxx.xxx. Tiap network dapat menampung sekitar 16 juta (256^3) host. IP
address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar.
(xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). IP address ini dilukiskan pada
gambar berikut:
Formatnya :
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 0
Panjang Network ID : 8 bit
Panjang Host ID : 24 bit
Byte pertama : 0 – 127
Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
Kelas
B
Dua bit IP
address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai
128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID
sehingga kalau ada computer memilii IP address 192.168.26.161, network ID
192.168 dan host ID 26.161. pada IP address kelas B ini memiliki range IP dari
128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxxyakni berjumlah 65.255 netwrok dan
jumlah host tiap network 256^2 host atau sekitar 65 ribu host
Formatnya:
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
2 bit pertama : 10
Panjang Network ID : 16 bit
Panjang Host ID : 16 bit
Byte pertama : 128 – 191
Jumlah : 16.384 kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B
Kelas
C
Jika 3 bit
pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Network
ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya, sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing
network memiliki 256 host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas
C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap
network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host.
Formatnya:
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
3 bit pertama : 110
Panjang Network ID : 24 bit
Panjang Host ID : 8 bit
Byte pertama : 192 – 223
Jumlah : 2.097.152 kelas C
Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C
Kelas
D
Khusus kelas
D ini digunakan untuk tujuan multicasting. Dalam kelas ini tidak
lagi dibahas mengenai netid dan hostid. Jika 4 bit pertama adalah 1110,
sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya
diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam
multitasking tidak dikenal network ID dan Host ID. IP Address
merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni
sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan
pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai
bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang
berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video
conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint),
menggunakan Multicast Backbone.
Formatnya:
4 Bit Pertama : 1110
Byte Inisial : 224 – 247
Kelas
E
Kelas
terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh
kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental. Juga tidak ada
dikenal netid dan hostid di sini. IP address E tidak
diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset
1111 sehingga byte pertama berkisar antara 248-255
Formatnya:
4 Bit Pertama : 1111
Byte Inisial : 248 – 255.
2.2.2 Berdasarkan Pada
Ukuran Jaringan
Berdasarkan
pada ukuran jaringan Internet dibagi dalam empat bagian, yaitu :
LAN (Local
Area Network)
LAN adalah jaringan lokal atau jaringan private yang
ada dalam satu gedung atau dalam satu ruangan. LAN biasa digunakan untuk
jaringan kecil yang menggunakan satu resource secara bersama–sama, misalnya
penggunaan printer secara bersama–sama, penggunaan media
penyimpanan secara bersama, dan lain–lain.
MAN (Metropolitan
Area Network)
MAN adalah pengembangan dari LAN yang menggunakan
metode yang sama dengan LAN tetapi daerah cakupannya lebih luas. Daerah cakupan
LAN yang hanya ada pada suatu ruangan atau gedung, tetapi pada MAN cakupannya
bisa sampai satu RT atau beberapa kantor yang berada dalam komplek yang sama.
WAN
(Wide Area Network)
WAN dengan cakupan yang lebih luas lagi, cakupannya
meliputi satu kawasan, satu pulau atau satu negara bahkan benua. Sedangkan
metode yang dipakai dalam WAN hampir sama dengan yang dipakai di dalam LAN dan
MAN.
Internet
Internet
adalah interkoneksi antar jaringan–jaringan komputer yang ada di dunia yang
bisa saling berkomunikasi dan bertukar informasi menggunakan standar Internet
Protocol (IP).
2.3 Address Khusus
Selain
address yang digunakan untuk pengenal host ada beberapa address yang digunakan
untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address
itu adalah:
a) Network Address
Address ini
digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan internet. Misalkan untuk
host dengan IP address kelas B 192.168.9.35 tanpa memakai
subnet, network address ini adalah 192.168.0.0 address ini
didapat dengan membuat seluruh bit host pada segmen 2 terakhir menjadi 0.
Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada
internet. Router cukup melihat network address 192.168 untuk
menentukan ke router mana datagram tersebut harus dikirimkan.
Analoginya mirip dengan tuang pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat
tidak perlu membaca seluruh alamat untuk menentukan jalur mana yang harus
ditempuh surat tersebut.
b) Broadcast Address
Address ini digunakan
untuk mengirim dan menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host
yang ada pada suatu network. Seperti diketahui setiap datagram IP
memiliki header alamat tujuan berupa IP address dari host yang
akan dituju oleh datagram tersebut. Dengan adanya alamat ini maka hanya host
tujuan saja yang memproses datagram tersebut, sedangkan host lain akan
mengabaikannya. Tidak efisien apabila harus membuat replikasi datagram sebanyak
jumlah host tujuan, pemakai bandwith akan meningkat dan beban kerja host pengirim
bertambah, padahal isi datagram tersebut sama. Oleh karena itu dibuat konsep
broadcast address, host cukup mengirim ke alamat broadcast maka seluruh host
pada network akan menerima datagram tersebut.
Jadi
sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima
datagram, pertama adalah IP addressnya yang bersifat unik dan kedua
adalah broadcast address pada network tempat
host tersebut berada. Broadcast address diperoleh dengan
membuat bit-bit hst pada IP address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan
IP address 192.168.9.35 atau 192.168.240.2 broadcast addressnya
192.168.255.255 (2 segmen dari IP address tersebut disebut
berharga 11111111.11111111, sehingga secara decimal terbaca 255.255) jenis
informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
c) Multicast Address
Kelas address A,
B dan C adalah address yang digunakan untuk komunikasi antar host
yang menggunakan datagram unicast. Artinya datagram memiliki address tujuan
berupa satu host tertentu. Hanya host yang memiliki IP address sama dengan
destination address pada datagram yang akan menerima datagram
tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Jika
datagram ditujukan untuk 2 mode pengirman ini (unicast dan broadcast) muncul
pula mode ke tiga. Diperlukan suatu mode khusus jika suatu host ingin
berkomunikasi dengan beberapa host sekaligus (host group) dengan hanya
mengirimkan satu datagram saja.Namun berbeda dengan mode broadcast hanya
host-host yang tergabung dalam sutu group saja yang akan menerima datagram ini,
sedangkan host lain tidak akan terpengaruh. Oleh karena itu dikenalkan konsep
multicast. Pada konsep ini setiap group yang menjalankan aplikasi bersana
mendapatkan satu multicast address. Struktur kelas multicast
address dapat dilihat pada gambar dibawah
|
224-239 |
0-255 |
0-255 |
0-255 |
|
1110xxxx |
xxxxxxxx |
Xxxxxxxx |
xxxxxxxx |
Untuk keperluan multicast sejumlah IP address dialokasikan
sebagai multicast address. Jika struktur IP address mengikuti
bentuk 1110xxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx (bentuk desimal 224.0.0.0 sampai
239.255.255.255) maka IP address merupakan multicast
address. Alokasi ini ditujukan untuk keperluan group buka
untuk host seperti pada kelas A, B dan C. Anggota group ini juga tidak terbatas
pada jaringan di satu subnet,namun bisa mencapai
seluruh dunia karena menyerupai sutu backbone maka jaringan multicast ini
dikenal pula sebagai Multicast Bacbone (Mbone).
2.4 Pengertian Subnetting
Subnetting adalah
teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan
cara mengorbankan bit host ID pada subnet
mask untuk dijadikan Network ID baru. Subnetting
merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang
lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP address kelas A, IP Address kelas
B dan IP Address kelas C. Dengan subnetting akan
menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang
ada dalam tiap network tersebut.
2.4.1 Dua alasan utama melakukan subnetting
Dua alasan utama
melakukan subnetting antara lain :
1. Mengalokasikan
IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika internet
terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan
memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host
devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host
lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau
dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta.
Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan
membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10
ribuan IP address.
2. Alasan kedua
adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan
semua device tersebut di dalam network ID
yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur
agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada
di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain
broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus
membawa semua traffic untuk network. Karena
alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke
dalam domain broadcast yang lebih kecil bahkan lebih
kecil dari Class C address.
2.4.2 Tujuan dari subnetting
Tujuan dari subnetting adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengefisienkan
pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host,
kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak
terpakai).
2. Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan
arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
3. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu
jaringan atau tidak.
4. Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi
fisik jaringan.
5. Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam
sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address
6. Mengatasi masalah perbedaan hardware
dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena router IP hanya dapat
mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang
berbeda jika setiap network memiliki address network yang
unik.
7. Meningkatkan security dan
mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
2.4.3 Fungsi subnetting
Fungsi subnetting antara lain sebagai berikut:
1. Mengurangi
lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan
bertabrakan (collision) atau macet.
2. Teroptimasinya
unjuk kerja jaringan.
3. Pengelolaan
yang disederhanakan.
4. Membantu
pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh,
2.4.4 Proses Subnetting
Untuk
melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses,
yaitu:
1. Menentukan
jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask
2. Menentukan
jumlah host per subnet
3. Menentukan subnet yang
valid
4. Menentukan
alamat broadcast untuk tiap subnet
5. Menentukan
host–host yang valid untuk tiap subnet
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, maka kesimpulan
dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
IP Address adalah alamat yang diberikan ke
jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP. IP Address
terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka
desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.16.10.1. IP Address
terdiri dari 2 bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID
menentukan alamat dari jaringan dan host ID menentukan dari peralatan jaringan.
Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet
mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud
adalah jaringan lokal atau nonlokal.
Klasifikasi jaringan internet di kelompokkan
menjadi dua yaitu klasifikasi berdasarkan kelasnya dan klasifikasi berdasarkan
pada ukuran jaringan. Berdasarkan kelasnya IP address dibagi ke dalam lima
kelas yaitu kelas A, B, C, D, E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan
jumlahnya. Perangkat lunak Internet protocol menentukan pembagian jenis kelas
ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP address. Berdasarkan pada
ukuran jaringan Internet dibagi dalam empat bagian, yaitu a) LAN, b) MAN, c)
WAN, dan d) Internet.
Selain
address yang digunakan untuk pengenal host ada beberapa address yang digunakan
untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host, yaitu:
a) Network
Address
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan internet.
b) Broadcast Address
Address ini digunakan untuk mengirim dan menerima informasi yang harus
diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network.
c) Multicast Address
Kelas address A, B dan C adalah address yang digunakan untuk komunikasi
antar host yang menggunakan datagram unicast.
Subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan
besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID
pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru. Subnetting merupakan teknik
memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya
dapat dilakukan pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas
C.
DAFTAR RUJUKAN
(online)https://bintinurulqomariyah.wordpress.com/2012/03/23/ip-address-dan-subnetting/
(diakses
pada tanggal 17 Maret 2016, pada pukul 13.02)
(online)http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-ip-address-menurut-para-desainer-internet-protocol/ (diakses pada
tanggal 18 Maret 2016, pada pukul 10.30)
(online)http://technopark.surakarta.go.id/id/media-publik/komputer-teknologi-informasi/191-ip-address-fungsi-dan-kelas-ip (diakses pada
tanggal 18 Maret 2016, pada pukul 10.37)
(online)http://perdimendila.blogspot.co.id/2015/04/makalah-ip-address.html
(diakses pada tanggal 18 Maret 2016, pada pukul 13.03)
(online)http://louisbutarbutar.blogspot.co.id/2012/11/klasifikasi-jaringan-internet.html (diakses pada
tanggal 22 Maret 2016, pada pukul 11.44)
makalahnya bagus, mudah2an bisa bermanfaat.
BalasHapusKunjungi balik yaa..
https://opekmanuver.blogspot.com/